©
CRITICAL THINKING
- Merasionalisasikan kehidupan manusia secara hati-hati mengamati proses berpikir sebagai dasar untuk memperbaiki pemahaman kita tentang sesuatu. (Chaffee, 1990)
- Pengamatan atas suatu asumsi tentang bukti terbaru dan mengevaluasikan argumen dalam rangka menegakan kesimpulan atas suatu perspektif baru. (Strader, 1992)
Karakteristik:
1. Rasional, Reasonable dan Reflektif
- Berdasarkan alasan dan bukti bukan atas dasar keinginan pribadi.
- Pemikir kritis tidak melompat pada kesimpulan. Butuh waktu untuk koleksi data, timbang fakta dan pikirkan permasalahan.
2. Melibatkan Skepticism yang Sehat dan Konstruktif
- Tidak menolak ide-ide kecuali karena mengerti hal tersebut.
- Menaati peraturan setelah berpikir panjang dengan mencari pemahaman untuk memperbaiki yang tidak masuk akal.
3. Otonomi
- Tidak mudah dimanipulasi.
- Berpikir dengan pikiran sendiri dibandingkan diarahkan dengan anggota grupnya.
4. Kreatif
- Menciptakan ide orisinal dengan cara menghubungkan pemikiran dan konsep.
5. Adil
- Tidak berpihak.
6. Dapat dipercaya dan dilakukan
- Memutuskan tindakan yang akan dilakukan.
- Membuat observasi yang dapat dipercaya.
- Menegakkan kesimpulan secara tepat.
- Mengatasi masalah dengan mengevaluasi kebijakan, tuntutan dan tindakan.
Pemikir Kritis di Psikologi akan menampilkan ketrampilan kognitif dalam:
- Analisa
- Aplikasi Standar
- Diskriminasi
- Pencarian Informasi
- Pembuatan Alasan Logis
- Prediksi
- Transformasi Pengetahuan
5 Model Berfikir Kritis
- T: Total Recall
- H: Habits
- I: Inquiry
- N: New Ideas and Creativity
- K: Knowing How You Think
- Total Recall: Mengingat suatu kejadian serta mengingat dimana dan bagaimana menemukannya ketika dibutuhkan.
- Habits: Sesuatu yang dilakukan tanpa berpikir.
- Inquiry: Memeriksa isu secara mendalam dengan menanyakan hal-hal yang terlibat.
- New Idea and Creativity: Seseorang berpikir melebihi buku sumber.
- Knowing How You Think: Berpikir bagaimana seseorang berpikir.
- Merasionalisasikan kehidupan manusia secara hati-hati mengamati proses berpikir sebagai dasar untuk memperbaiki pemahaman kita tentang sesuatu. (Chaffee, 1990)
- Pengamatan atas suatu asumsi tentang bukti terbaru dan mengevaluasikan argumen dalam rangka menegakan kesimpulan atas suatu perspektif baru. (Strader, 1992)
Karakteristik:
1. Rasional, Reasonable dan Reflektif
- Berdasarkan alasan dan bukti bukan atas dasar keinginan pribadi.
- Pemikir kritis tidak melompat pada kesimpulan. Butuh waktu untuk koleksi data, timbang fakta dan pikirkan permasalahan.
2. Melibatkan Skepticism yang Sehat dan Konstruktif
- Tidak menolak ide-ide kecuali karena mengerti hal tersebut.
- Menaati peraturan setelah berpikir panjang dengan mencari pemahaman untuk memperbaiki yang tidak masuk akal.
3. Otonomi
- Tidak mudah dimanipulasi.
- Berpikir dengan pikiran sendiri dibandingkan diarahkan dengan anggota grupnya.
4. Kreatif
- Menciptakan ide orisinal dengan cara menghubungkan pemikiran dan konsep.
5. Adil
- Tidak berpihak.
6. Dapat dipercaya dan dilakukan
- Memutuskan tindakan yang akan dilakukan.
- Membuat observasi yang dapat dipercaya.
- Menegakkan kesimpulan secara tepat.
- Mengatasi masalah dengan mengevaluasi kebijakan, tuntutan dan tindakan.
Pemikir Kritis di Psikologi akan menampilkan ketrampilan kognitif dalam:
- Analisa
- Aplikasi Standar
- Diskriminasi
- Pencarian Informasi
- Pembuatan Alasan Logis
- Prediksi
- Transformasi Pengetahuan
5 Model Berfikir Kritis
- T: Total Recall
- H: Habits
- I: Inquiry
- N: New Ideas and Creativity
- K: Knowing How You Think
- Total Recall: Mengingat suatu kejadian serta mengingat dimana dan bagaimana menemukannya ketika dibutuhkan.
- Habits: Sesuatu yang dilakukan tanpa berpikir.
- Inquiry: Memeriksa isu secara mendalam dengan menanyakan hal-hal yang terlibat.
- New Idea and Creativity: Seseorang berpikir melebihi buku sumber.
- Knowing How You Think: Berpikir bagaimana seseorang berpikir.
©
Apa penalaran induktif?
- Cara kerja ilmu pengetahuan yang bertolak dari sejumlah proposisi tunggal untuk menarik kesimpulan umum tertentu.
- Kesimpulan adalah generalisasi fakta yang memperlihatkan kesamaan.
- Kesimpulan harus dianggap sebagai bersifat sementara dan selalu tidak lengkap.
- Persamaan penalaran induktif dan deduktif yaitu argumentasi keduanya terdiri dari premis yang mendukung kesimpulan.
- Perbedaan penalaran induktif dan deduktif yaitu penalaran yang tepat akan punya premis benar tapi kesimpulan salah.
Generalisasi Induktif:
- Proses penalaran berdasarkan pengamatan atas gejala dengan sifat tertentu untuk menarik kesimpulan untuk semua.
- Prinsip: Apa yang terjadi berkali-kali dalam kondisi tertentu diharapkan akan selalu terjadi bila kondisi yang sama terpenuhi.
- 3 syarat: 1. Tidak terbatas secara numerik, 2. Tidak terbatas secara spasio temporal, 3. Dapat dijadikan dasar pengandaian.
Analogi Induktif
- Bicara tentang dua hal yang berbeda dan dibandingkan.
- Cara kerja ilmu pengetahuan yang bertolak dari sejumlah proposisi tunggal untuk menarik kesimpulan umum tertentu.
- Kesimpulan adalah generalisasi fakta yang memperlihatkan kesamaan.
- Kesimpulan harus dianggap sebagai bersifat sementara dan selalu tidak lengkap.
- Persamaan penalaran induktif dan deduktif yaitu argumentasi keduanya terdiri dari premis yang mendukung kesimpulan.
- Perbedaan penalaran induktif dan deduktif yaitu penalaran yang tepat akan punya premis benar tapi kesimpulan salah.
Generalisasi Induktif:
- Proses penalaran berdasarkan pengamatan atas gejala dengan sifat tertentu untuk menarik kesimpulan untuk semua.
- Prinsip: Apa yang terjadi berkali-kali dalam kondisi tertentu diharapkan akan selalu terjadi bila kondisi yang sama terpenuhi.
- 3 syarat: 1. Tidak terbatas secara numerik, 2. Tidak terbatas secara spasio temporal, 3. Dapat dijadikan dasar pengandaian.
Analogi Induktif
- Bicara tentang dua hal yang berbeda dan dibandingkan.
©
Deduktif
- Suatu proses tertentu dalam proses akal budi kita menyimpulkan pengetahuan yang lebih khusus dari pengetahuan yang umum.
Sumber: PPT Pengantar dan Sejarah Filsafat Dr. Raja Oloan Tumanggor dan Mikha Agus Widianto, M.Pd
- Suatu proses tertentu dalam proses akal budi kita menyimpulkan pengetahuan yang lebih khusus dari pengetahuan yang umum.
Sumber: PPT Pengantar dan Sejarah Filsafat Dr. Raja Oloan Tumanggor dan Mikha Agus Widianto, M.Pd
inkeeee kok bisa lengkap banget siihh??? 89 for you!
BalasHapusWuih ahaha thnkssss!
Hapus85 :) semangaaat
BalasHapusThanks yaa:D
HapusNice post.85 :)
BalasHapusYeay thankss:D
Hapusberguna bangeeet keee.. 88 nihh aku nilai :p
BalasHapusLengkap banget blognya. 90 inke :D
BalasHapusLanjutkan !!