Layout

Selasa, 07 Oktober 2014

Pertemuan 12 (Eksistensialisme Menurut Kirkegaard)

  • Apa itu eksistensialisme
    Aliran filsafat yang pokok utamanya adalah manusia dan cara beradanya yang khas di tengah makhluk lainnya.
    Jiwa eksistenialisme ialah pandangan manusia sebagai eksistensi.
  • Ciri-ciri eksistensialisme
    Motif pokok adalah eksistensi, cara manusia berada. Hanya manusia bereksistensi.
    Bereksistensi harus diartikan secara dinamis. Bereksistensi berarti menciptakan diri sendiri aktif, berbuat, menjadi, merencanakan.
    Memberi penekanan pada pengalaman konkrit.
  • Pokok-pokok ajaran Kierkegaard
    Kritis terhadap Hegel: Memandang Hegel sebagai pemikir besar, tapi satu hal yang dilupakan hegel, meurut Kierkegaard adalah eksistensi manusia individual dan konkret.
    Ada tiga sikap terhadap hidup yaitu:
    1. Sikap estetis
    2. Sikap etis
    3. Sikap religius

Pertemuan 11 (Manusia dan Etos Kerja)

Manusia dan Etos Kerja

Hakikat Kerja
  • Definisi
    Kerja adalah wadah bagi pembentukan diri manusia dalam membangun dunianya. Melalui tiga faktor berikut:
    1. Keterlibatan dimensi subjek secara intensif. Yang dimaksud dimensi subjek adalah pikiran, kehendak dan kemauan serta kebebasan.
    2. Hasil yang bermanfaat. Kerja selalu membawa hasil.
    3. Mengeluarkan energi. Kerja itu memerlukan tenaga.
    Dari tiga faktor diatas, kerja atau pekerjaan merupakan segala kegiatan yang direncanakan, yang melibatjan pikiran dan kemauan yang sungguh-sungguh serta memiliki suatu tujuan yang ingin dicapai.
  • Kerja Manusia vs Kerja Hewan
    Hewan hanya bisa mengerahkan energi fisik. Meskipun hewan mungkin memiliki energi psikis, boleh dikatakan tingkatannya sangat primitif. Manusia memilikinya sebagai bagian dirinya dan karena itu ia mampu mengerahkan energi psikis dan mampu mengerahkan energi spiritual.
    Hasil kerja hewan pada dasarnya hanya sebatas untuk keperluan self survival dan spesiesnya berupa gerak, pemenuhan makan dan minum, keturunan dan membuat tempat berteduh. Dengan demikian, hasil kerja binatang hanya untuk mempertahankan kebutuhan biologisnya. Akan tetapi hasil kerja manusia selalu memenuhi kebutuhan biologisnya.
    Pada hewan dorongan kerja bersumber dari dan berupa naluri. Dorongan ini terdapat pada hewan secara ilimiah.
    Manusia memberikan makna terhada kerja dan kinerjanya, sedangkan binatang tidak. Manusia memiliki kualitas akal budi yang tinggi. Pemaknaan kerja dalam arti seluas-luasnya merupakan elemen dasar bagi manusia untuk membangun etos kerja yang bermutu tingi dalam menekuni pekerjaannya dan ini tidak dimiliki oleh binatang.
  • Dua Elemen Kerja
    Ada dua elemen penting suatu kegiatan disebutkan sebagai kerja atau pekerjaan. Kedua elemen itu adalah elemen subjek dan elemen objek. Elemen subjek adalah potensi atau kekuatan yang melekat di dalam diri manusia. Elemen ini meliputi pikiran, keinginan, hati, kebebasan, kehendak dan kemampuan.
  • Etos Kerja
    Menurut Usman Pelly, Etos kerja adalah sikap yang muncul atas kehendak dan kesadaran sendiri yang didasari oleh sistem orientasi nilai budaya terhadap kerja.

Kamis, 02 Oktober 2014

Pertemuan 10 (Manusia dan Afektivitasnya)

  • Kekayaan dan Kompleksitas Afektivitas Manusia

    - Yang membedakan manusia dengan tumbuhan adalah afektivitasnya. Karena manusia berpartisipasi dengan orang lain dan afektivitaslah yang mendorong orang untuk mencintai, mengabdi dan menjadi kreatif.
    - Sikap mana yang diambil afektivitas berhadapan dengan objek? Terhadap objek yang dianggap berguna subjek mencintainya. Ini disebut cinta bermanfaat.
    - Bagaimana sikap subjek dapat ditentukan secara afektif oleh objeknya? Dibedakan perasaan dan emosinya, kehidupan afektif memperlihatkan macam-macam cara yang berbeda menurut bagaimana subjek menguasai objek. Keadaan afektif ini berbeda-beda disebut hasrat-hasrat jiwa. (Thomas Aquinas)
  • Apa yang bukan perbuatan afektif?

    - Hidup afektif adalah seluruh perbuatan afektif yang dilakukan subjek sehingga subjek ditarik oleh objek atau sebaliknya.
    - Perbuatan afektif sedikit mirip dengan perbuatan mengenal karena dianggap perbuatan vital, tapi perbuatan aektif beda dengan perbuatan mengenal karena perbuatan afektif itu pasif, sedangkan perbuatan mengenal subjek membuka diri pada objek.
  • Kondisi Afektivitas Manusia

    - Agar ada afektivitas, perlu ada ikatan kesamaan antara subjek dan objek perbuatan afektifnya.
    - Apakah kesenangan harus dicurigai? Kesenangan adalah suatu perasaan yang dialami subjek bila dia dihinggapi oleh keadaan berada lebih baik.
  • Catatan tentang cinta akan diri, sesama dan Tuhan

    - Cinta terhadap diri sendiri adalah egoisme mkan tidak baik padahal cinta akan diri sendiri dapat ditemukan pada orang yng sanggup mencintai orang lain dengan sungguh-sungguh.

Pertemuan 9 (Badan dan Jiwa)

  • Pengantar
     
    - Badan dan jiwa adalah satu kesatuan yang membentuk pribadi manusia. Kesatuan keduanya membentuk keutuhan pribadi manusia.
    - Bagaimana mengerti badan dan jiwa? Bagaimana peranan masing-masing dalam membentuk eksistensi manusia?
    - Pembahasan kita:
    1. Dua aliran yang melihat badan dan jiwa secara bertolak belakang (monoisme dan dualisme).
    2. Tanggapan terhadap kedua aliran tersebut.
    3. Pengertian dan hakekat badan dan jiwa.
  • Monoisme

    - Aliran yang menolak pandangan bahwa badan dan jiwa merupakan dua unsur yan terpisah. Badan dan jiwa adalah satu substansi. Keduanya satu kesatuan yang membentuk pribadi manusia.
    - 3 Bentuk aliran ini:
    1. Materialisme adalah menempatkan materi sebagai dasar bagi segala hal yang ada.
    2. Identitas adalah menekankan hal berbeda dari materialisme tapi mengakui aktivitas mental manusia.
    3. Idealisme adalah ada hal yang tidak dapat diterangkan semata berdasarkan materi seperti pengalaman, nilai dan makna.
  • Dualisme

    - Aliran yang mengatakan badan dan jiwa adalah dua elemen yang berbeda dan terpisah. Perbedaannya ada dalam pengertian dan objek.
    - 4 cabang:
    1. Intraksionisme adalah fokus pada hubungan timbal baik antara badan dan jiwa.
    2. Okkasionalisme adalah memasukan dimensi ilahi dalam membicarakan hubungan badan dan jiwa.
    3. Paralelisme adalh sistem kejadian ragawi terdapat di alam, sedangkan sistem kejadian kejiwaan ada pada jiwa manusia.
    4. Epifenomenalisme adalah melihat hubungan jiwan dan badan dari fungsi saraf.
  • Tanggapan singkat

    1. Pandangan monoisme bertentangan dengan hakekat manusia sesungguhnya.
    2. Pandangan dualisme khususnya paralelisme mengatakan badan dan jiwa dua hal yang terpisah, tidak terkait, sulit diterima karena manusia adalah makhluk rohani da jasmani sekaligus.
  • Pengertian badan dan jiwa

    - Badan adalah elemen mendasar dalam membentuk pribadi manusia. atau sebagai kumpulan berbagai entitas material yang membentuk makhluk.
    - Jiwa adalah makhluk halus, tidak bisa ditangkao indera.

Pertemuan 8 ( Filsafat Manusia )

  • Apa itu filsafat? Perenungan kefilsafatan?

    Filsafat sebagai perenungan dicirikan oleh:
    1. Mengkaji segala hal secara kritis.
    2. Menggunakan metode dialektis.
    3. Berusaha mencapai realitas terdalam (arkhe).
    4. Bertujuan menangkap tujuan ideal realitas.
    5. Mengetahui bagaimana harus hidup sebagai manusia
    Jadi...
    1. Filsafat sebagai hasil perenungan.
    2. Filsafat sebagai kritis.
    3. Filsafat sebagai ilmu yang berusaha mencari kebenaran secara metodik, sistematis, rasional, runtut, radikal dan bertanggungjawab.
  • Apa itu filsafat manusia?

    1. Bagian filsafat yang mengupas apa arti manusia atau menyoroti hakikat atau esensi manusia.
    2. Memikirkan tentang asal usul kehidupan manusia, hakikat manusia dan realitas eksistensi manusia.
    3. Hasrat untuk tahu siapa dan apakah manusia.
    Maka, filsafat manusia menanyakan pertanyaan krusial tentang dirinya sendiri dan secara bertahap memberi jawaban bagi diri sendiri.
  • Apa perlunya mempelajari filsafat?

    1. Manusia adalah makhluk yang mampu dan wajib menyelidiki arti yang dalam dari "yang ada".
    2. Manusia bertanggungjawab terhadap dirinya sendiri.
    Boleh saja tidak harus tahu segala hal tapi sekurang-kurangnya harus mengenal dan mengerti diri sendiri secra mendalam agar dapat mengatur diri dalam hidup ini.
  • Metode Filsafat Manusia

    Sebagai bagian dar filsafat, cara kerja flsafat manusia juga sama dengan filsafat pada umumnya. yaitu refleksi, analisa transendental dan sintesa juga ekstensif, intensif dan kritis.
  • Objek Filsafat Manusia

    Objek material: Manusia; Objek formal: Esensi manusia, strukturnya yang fundamental.
    Struktur fundamental bukan fisik melainkan struktur metafisik yang intisari, struktur dasar, bentuk terpentin manusia, dinamisme primordial manusia yang diketahui melalui daya pikir bukan pengindraan.
  • Pertanyaan apa yang hendak dijawab?

    1. Apakah manusia itu?
    2. Siapakah manusia itu?
    3. Apakah makna eksistensi manusia?
    4. Apakah arti manusia dan bagaimana masa depan manusia?
  • Bagaimana datangnya pertanyaan mengenai manusia?

    1. Kekaguman
    2. Ketakjuban
    3. Frustasi
    4. Delusi
    5. Pengalaman Negatif