Pengaruh Kebiasaan Menonton Situs
Pornografi
Terhadap Perilaku
Pengertian Pornografi
Menurut Ernst dan Seagle, pornografi
didefinisikan pornography is any matter
odd thing exhibiting or visually representing person or animal performing the
sexual act, whatever normal or abnormal" (Anonim, 2014). Selain itu, menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia, pornografi didefinisikan sebagai penggambaran
tingkah laku secara erotis dengan lukisan atau tulisan untuk membangkitkan
nafsu birahi (Kamus Besar Bahasa Indonesia [KBBI], 2014).
Maka dapat disimpulkan bahwa pornografi
adalah hal-hal yang dapat dilihat oleh manusia ataupun hewan yang tujuannya
untuk merangsang atau membangkitkan nafsu birahinya.
Masalah Pornografi
Masalah
pornografi sudah sering terjadi di Indonesia, pelaku dan korbannya juga berasal
dari berbagai kalangan mulai dari orang tua, remaja bahkan anak-anak. Salah
satu penyebab yang mempunyai pengaruh besar dalam masalah pornografi ini adalah
media sosial. Karena media sosial sudah marak berkembang dan mudah untuk
dipelajari dan diakses oleh siapapun.
Selain media sosial, tayangan tv pun juga
berpengaruh kepada cara berfikir anak. Tidak jarang tayangan tv menampilkan
atau menonjolkan unsur seksual dalam film tersebut yang membuat anak akan
penasaran dan mengikuti apa yang telah dilihatnya.
Contohnya saja salah satu sekolah internasional
ternama di Jakarta didapati tindakan pelecehan seksual pada anak taman
kanak-kanak oleh office boy dan
bahkan juga oleh gurunya. Yang mungkin disebabkan karena sudah kecanduan dengan
pornografi sehingga mereka rela melakukan apa saja untuk memuaskan nafsunya.
Penyebab Pornografi
Faktor Internal. Pertama, rasa ingin tahu yang tinggi akan
membuat anak-anak akan mencari tahu dengan berbagai cara. Misalnya mencari tahu
melalui media sosial yaitu internet yang dapat diakses secara mudah dan bebas.
Kedua, hormon yang sedang meningkat pada anak yang sedang mengalami pubertas.
Faktor Eksternal. Pertama,
tidak ada penyuluhan atau pendidikan tentang seksual sejak dini. Jadi anak-anak
tidak tahu apa yang boleh atau tidak boleh untuk dilakukan dan bagaimana
menjaga alat reproduksi mereka. Kedua, terpengaruh oleh teman. Ketiga, dapat
mengakses internet dengan mudah dan bebas.
Dampak Pornografi
Intensitas menonton dan membaca pornografi. Menurut Sarwono (dikutip dalam
Haryani, Mudjiran dan Syukur, 2008) menyatakan bahwa anak yang beranjak remaja
cenderung melakukan aktifitas-aktifitas seksual yang prasenggama seperti
melihat buku atau film cabul, berciuman, dan sebagainya.
Perilaku
seksual menyimpang terhadap diri sendiri. Menurut Donald et al. (dikutip dalam Haryani,
Mudjiran dan Syukur, 2004) menyatakan pornografi dapat mengakibatkan perilaku
negatif seperti (a) mendorong remaja untuk meniru melakukan tindakan seksual,
(b) membentuk perilaku negatif, (c) menyebabkan sulit konsentrasi belajar, dan (d) tidak percaya diri.
Upaya Pencegahan
Adanya penyuluhan.
Penyuluhan harus diberikan sejak dini ehingga anak mengetahui dan mengerti
bagaimana menjaga dirinya sendiri.
Adanya pengawasan.
Pada anak dalam menggunakan internet dan pada saat menonton tv memberitahu apa
saja yang boleh dilihat dan tidak boleh dilihat.
Situs pornografi. Pemerintah menghapus situs-situs
pornografi yang sering muncul di internet.
Tayangan televisi.
Tayangan yang bersifat seksual atau yang menonjolkan unsur seksual untuk tidak
disiarkan.
Kesimpulan
Jadi,
pornografi adalah hal yang dapat mengurangi nilain-nilai kebudayaan kita. Jika
dari kecil anak sudah melihat tentang pornografi maka perilakunya akan menyimpang,
seperti malas belajar. Untuk mencegah masalah pornografi tersebut, orang tua
adalah orang pertama yang harus memberi tahu tentang buruknya jika anak melihat
hal seperti itu. Selain itu sekolah juga berperan untuk mengawasi anak di
lingkungan sekolah dan mengadakan penyuluhan tentang seksual.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim.
(2014, Maret). Pengertian pornografi menurut para ahli dan undang-undang.
Diunduh dari
fhey-laws.blogspot.com/2014/03pengertian-pornografi-menurut-para-ahli.html
(2014,
November). Pengertian pornografi. Diunduh dari http://kbbi.web.id.pornografi
Haryani,
M., Mudjiran, Syukur, Y. (2012). Dampak pornografi terhadap perilaku siswa dan
upaya guru pembimbing untuk mengatasinya. Jurnal
ilmiah konseling, 1(1), 1-8.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar