Layout

Rabu, 05 November 2014

MAKALAH DENGAN TOPIK PORNOGRAFI


Pengaruh Kebiasaan Menonton Situs Pornografi

Terhadap Perilaku

 

 

Pengertian Pornografi

     Menurut Ernst dan Seagle, pornografi didefinisikan pornography is any matter odd thing exhibiting or visually representing person or animal performing the sexual act, whatever normal or abnormal" (Anonim, 2014). Selain itu, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pornografi didefinisikan sebagai penggambaran tingkah laku secara erotis dengan lukisan atau tulisan untuk membangkitkan nafsu birahi (Kamus Besar Bahasa Indonesia [KBBI], 2014).

 

     Maka dapat disimpulkan bahwa pornografi adalah hal-hal yang dapat dilihat oleh manusia ataupun hewan yang tujuannya untuk merangsang atau membangkitkan nafsu birahinya.

 

Masalah Pornografi

     Masalah pornografi sudah sering terjadi di Indonesia, pelaku dan korbannya juga berasal dari berbagai kalangan mulai dari orang tua, remaja bahkan anak-anak. Salah satu penyebab yang mempunyai pengaruh besar dalam masalah pornografi ini adalah media sosial. Karena media sosial sudah marak berkembang dan mudah untuk dipelajari dan diakses oleh siapapun.

 

     Selain media sosial, tayangan tv pun juga berpengaruh kepada cara berfikir anak. Tidak jarang tayangan tv menampilkan atau menonjolkan unsur seksual dalam film tersebut yang membuat anak akan penasaran dan mengikuti apa yang telah dilihatnya.

 

    Contohnya saja salah satu sekolah internasional ternama di Jakarta didapati tindakan pelecehan seksual pada anak taman kanak-kanak oleh office boy dan bahkan juga oleh gurunya. Yang mungkin disebabkan karena sudah kecanduan dengan pornografi sehingga mereka rela melakukan apa saja untuk memuaskan nafsunya.

 

Penyebab Pornografi

     Faktor Internal. Pertama, rasa ingin tahu yang tinggi akan membuat anak-anak akan mencari tahu dengan berbagai cara. Misalnya mencari tahu melalui media sosial yaitu internet yang dapat diakses secara mudah dan bebas. Kedua, hormon yang sedang meningkat pada anak yang sedang mengalami pubertas.

 

     Faktor Eksternal. Pertama, tidak ada penyuluhan atau pendidikan tentang seksual sejak dini. Jadi anak-anak tidak tahu apa yang boleh atau tidak boleh untuk dilakukan dan bagaimana menjaga alat reproduksi mereka. Kedua, terpengaruh oleh teman. Ketiga, dapat mengakses internet dengan mudah dan bebas.

 

Dampak Pornografi

     Intensitas menonton dan membaca pornografi. Menurut Sarwono (dikutip dalam Haryani, Mudjiran dan Syukur, 2008) menyatakan bahwa anak yang beranjak remaja cenderung melakukan aktifitas-aktifitas seksual yang prasenggama seperti melihat buku atau film cabul, berciuman, dan sebagainya.

    Perilaku seksual menyimpang terhadap diri sendiri.  Menurut Donald et al. (dikutip dalam Haryani, Mudjiran dan Syukur, 2004) menyatakan pornografi dapat mengakibatkan perilaku negatif seperti (a) mendorong remaja untuk meniru melakukan tindakan seksual, (b) membentuk perilaku negatif, (c) menyebabkan sulit konsentrasi belajar,  dan (d) tidak percaya diri.

 

Upaya Pencegahan

     Adanya penyuluhan. Penyuluhan harus diberikan sejak dini ehingga anak mengetahui dan mengerti bagaimana menjaga dirinya sendiri.

     Adanya pengawasan. Pada anak dalam menggunakan internet dan pada saat menonton tv memberitahu apa saja yang boleh dilihat dan tidak boleh dilihat.

     Situs pornografi. Pemerintah menghapus situs-situs pornografi yang sering muncul di internet.

     Tayangan televisi. Tayangan yang bersifat seksual atau yang menonjolkan unsur seksual untuk tidak disiarkan.

 

Kesimpulan

     Jadi, pornografi adalah hal yang dapat mengurangi nilain-nilai kebudayaan kita. Jika dari kecil anak sudah melihat tentang pornografi maka perilakunya akan menyimpang, seperti malas belajar. Untuk mencegah masalah pornografi tersebut, orang tua adalah orang pertama yang harus memberi tahu tentang buruknya jika anak melihat hal seperti itu. Selain itu sekolah juga berperan untuk mengawasi anak di lingkungan sekolah dan mengadakan penyuluhan tentang seksual.

 


DAFTAR PUSTAKA

 

Anonim. (2014, Maret). Pengertian pornografi menurut para ahli dan undang-undang. Diunduh dari fhey-laws.blogspot.com/2014/03pengertian-pornografi-menurut-para-ahli.html

 

(2014, November). Pengertian pornografi. Diunduh dari http://kbbi.web.id.pornografi

 

Haryani, M., Mudjiran, Syukur, Y. (2012). Dampak pornografi terhadap perilaku siswa dan upaya guru pembimbing untuk mengatasinya. Jurnal ilmiah konseling, 1(1), 1-8.

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar