Layout

Senin, 10 November 2014

Final Project KBK Penulisan Ilmiah


PENGARUH TINDAKAN KEKERASAN

TERHADAP PERILAKU ANAK
 
Latar Belakang

     Anak merupakan generasi penerus bangsa yang membutuhkan perlindungan hukum khusus yang berbeda dari orang dewasa, karena fisik dan mental anak yang belum dewasa. Perlindungan hukum bagi anak diartikan sebagai upaya terhadap kebebasan dan hak asasi anak yang berhubungan dengan kesejahteraannya (Setiawan, 2014).

     Tindak kekerasan pada anak Indonesia masih sangat tinggi, salah satu penyebabnya adalah cara pandang yang keliru mengenai anak. Orang tua menganggap kekerasan pada anak adalah hak milik orang tua untuk mendidikan anaknya dengan cara yang salah sekalipun (Setiawan 2014).

 

Pengertian Kekerasan

     Ritonga (diambil dalam Barker, 2007) mendefinisikan child abuse merupakan tindakan melukai berulang-ulang secara fisik maupun emosional terhadap anak yang ketergantungan. Dapat melalui desakan hasrat, hukuman badan yang tak terkendali, degradasi dan cemoohan permanen atau kekerasan seksual.

 

Penyebab Kekerasan

     Menurut Yohana (diambil dalam Richard, 1982) mengemukakan bahwa kekerasan terhadap anak terjadi akibat kombinasi dari berbagai faktor, yaitu:

     Pewarisan kekerasan antar generasi. Banyak anak belajar perilaku kekerasan dari orang tuanya dan ketika tumbuh menjadi dewasa mereka melakukan tindakan kekerasan kepada anaknya. Dengan demikian, perilaku kekerasan diwarisi dari generasi ke generasi. Studi-studi menunjukan bahwa kurang lebih 30% anak-anak yang diperlakukan kekerasan menjadi orang tua yang bertindak keras kepada anak-anaknya.

     Stress sosial. Stress yang ditimbulkan oleh berbagai kondisi sosial meningkatkan risiko kekerasan terhadap anak dalam keluarga. Kondisi-kondisi sosial ini mencakup pengangguran, penyakit, kondisi perumahan yang buruk dan sebagainya. Sebagian besar dilaporan tentang tindakan kekerasan terhadap anak berasal dari keluarga yang hidup dalam kemiskinan.

     Isolasi sosial dan keterlibatan masyarakat bawah.  Orang tua dan pengganti orang tua yang melakukan tindakan kekerasan terhadap anak cenderung terisolasi secara sosial. Sedikit sekali orang tua yang bertindak keras ikut serta dalam suatu organisasi masyarakat dan kebanyakan mempunyai hubungan yanng sedikit dengan teman atau kerabat.

     Struktur keluarga. Tipe-tipe keluarga tertentu memiliki resiko yang meningkat untuk melakukan tindakan kekerasan dan pengabaian kepada anak. Misalnya, orang tua tunggal lebih memungkinkan melakukan tindakan kekerasan terhadap anak dibandingkan dengan orangtua utuh. Selain itu, keluarga dimana baik suami atau istri mendominasi di dalam membuat keputusan penting.

 

 

 

 

Klasifikasi Kekerasan Psikologis Menurut Sinclair (1998)

     Ancaman dan teror. Mengancam untuk membunuh atau melukai anak, mengatakan masa lalu anak yang buruk akan mengancam untuk merusak barang-barang yang disenangi anak dan sebagainya.

     Verbal. Mengatakan kata-kata kasar atau kata-kata yang tidak anak sukai, membentak dan mencaci maki. Seperti bodoh, nakal, anak tak berguna dan sebagainya.

     Pemaksaan. Memaksa untuk melakukan sesuatu yang tidak diinginkan anak, melakukan tindakan yang tidak pantas, mencuci piring dengan lidah dan sebagainya.

     Emosi. Menyangkal emosi anak, tidak mau memberi perhatian, menciptakan rasa takut dan khawatir.

     Kontrol. Membatasi kegiatan anak, menghilangkan kesenangan anak, merampas kebutuhan dasar anak seperti tidur, makan, bermain dan sebagainya.

     Penyalahgunaan dan pengabaian. Menyalahgunakan kepercayaan, menyembunyikan informasi, merasa selalu benar, tidak mendengarkan, tidak menghormati, tidak menanggapi dan sebagainya.

 

Dampak Kekerasan

     Menurut Endaryono (2008) berikut ini adalah dampak-dampak yang ditimbulkan kekerasan terhadap anak antara lain:

     Dampak fisik. Anak yang mendapat perlakuan kejam dari orang tuanya akan menjadi sangat agresif dan setelah menjadi orang tua akan berlaku kejam kepada anak-anaknya. Lawson (diambil dalam Sitohang, 2004) menggambarkan bahwa semua jenis gangguan menyal ada hubungannya denga perlakuan buruk yang diterima manusia ketika dia masih kecil.

     Dampak psikis. Unicef (2008) mengemukakan anak yang sering dimarahi orang tuanya, apalagi diikuti dengan penyiksaan, cenderung meniru perilaku buruk. Kekerasan psikologis sukar diidentifikasi larena tidak meninggalkan bekas yang nyata seperti penyiksaan fisik.



Simpulan

     Kasus kekerasan pada anak di Indonesia sangatlah banyak. Kekerasan ini disebabkan karena pengertian cara mendidik anak yang salah dan  pengaruh lingkungan yang berada disekitarnya. Dan dampak dari kekerasan tersebut dapat membuat anak mengalami dampak psikis atau mental dan fisik.

 

                                                   DAFTAR PUSTAKA
 

Endaryono. (n.d). Dampak kekerasan pada anak. Diunduh dari http://perludiketahui.wordpress.com/dampak-kekerasan-terhadap-anak/

Harisa, L.T. (2012, 22 Februari). Teori tipologi bentuk kekerasan psikologis terhadap anak. Diunduh dari http://psychologicalspot.wordpress.com/2012//02/22/teori-tipologi-bentuk-kekerasan-psikologis-terhadap-anak-child-psychological-violence/

Ritonga. (2011). Landasan teori kekerasan pada anak. Diunduh dari http://repository.usu.ac.id/bitstream//123456789/22787/4/Chapter%2011.pdf.

Setyawan, D. (2014, Juni). Perlindungan hukum terhadap anak korban kejahatan perkosaan dalam pemberitaan media massa. Diunduh dari http://www.kpai.go.id

Y Yohana. (2013, September 08). Penyebab kekerasan terhadap anak [Web log post]. Retrieved from yosephineyohana.blogspot.com/2013/09/penyebab-kekerasan-terhadap-anak-pi-gw.html

 

Rabu, 05 November 2014

MAKALAH DENGAN TOPIK PORNOGRAFI


Pengaruh Kebiasaan Menonton Situs Pornografi

Terhadap Perilaku

 

 

Pengertian Pornografi

     Menurut Ernst dan Seagle, pornografi didefinisikan pornography is any matter odd thing exhibiting or visually representing person or animal performing the sexual act, whatever normal or abnormal" (Anonim, 2014). Selain itu, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pornografi didefinisikan sebagai penggambaran tingkah laku secara erotis dengan lukisan atau tulisan untuk membangkitkan nafsu birahi (Kamus Besar Bahasa Indonesia [KBBI], 2014).

 

     Maka dapat disimpulkan bahwa pornografi adalah hal-hal yang dapat dilihat oleh manusia ataupun hewan yang tujuannya untuk merangsang atau membangkitkan nafsu birahinya.

 

Masalah Pornografi

     Masalah pornografi sudah sering terjadi di Indonesia, pelaku dan korbannya juga berasal dari berbagai kalangan mulai dari orang tua, remaja bahkan anak-anak. Salah satu penyebab yang mempunyai pengaruh besar dalam masalah pornografi ini adalah media sosial. Karena media sosial sudah marak berkembang dan mudah untuk dipelajari dan diakses oleh siapapun.

 

     Selain media sosial, tayangan tv pun juga berpengaruh kepada cara berfikir anak. Tidak jarang tayangan tv menampilkan atau menonjolkan unsur seksual dalam film tersebut yang membuat anak akan penasaran dan mengikuti apa yang telah dilihatnya.

 

    Contohnya saja salah satu sekolah internasional ternama di Jakarta didapati tindakan pelecehan seksual pada anak taman kanak-kanak oleh office boy dan bahkan juga oleh gurunya. Yang mungkin disebabkan karena sudah kecanduan dengan pornografi sehingga mereka rela melakukan apa saja untuk memuaskan nafsunya.

 

Penyebab Pornografi

     Faktor Internal. Pertama, rasa ingin tahu yang tinggi akan membuat anak-anak akan mencari tahu dengan berbagai cara. Misalnya mencari tahu melalui media sosial yaitu internet yang dapat diakses secara mudah dan bebas. Kedua, hormon yang sedang meningkat pada anak yang sedang mengalami pubertas.

 

     Faktor Eksternal. Pertama, tidak ada penyuluhan atau pendidikan tentang seksual sejak dini. Jadi anak-anak tidak tahu apa yang boleh atau tidak boleh untuk dilakukan dan bagaimana menjaga alat reproduksi mereka. Kedua, terpengaruh oleh teman. Ketiga, dapat mengakses internet dengan mudah dan bebas.

 

Dampak Pornografi

     Intensitas menonton dan membaca pornografi. Menurut Sarwono (dikutip dalam Haryani, Mudjiran dan Syukur, 2008) menyatakan bahwa anak yang beranjak remaja cenderung melakukan aktifitas-aktifitas seksual yang prasenggama seperti melihat buku atau film cabul, berciuman, dan sebagainya.

    Perilaku seksual menyimpang terhadap diri sendiri.  Menurut Donald et al. (dikutip dalam Haryani, Mudjiran dan Syukur, 2004) menyatakan pornografi dapat mengakibatkan perilaku negatif seperti (a) mendorong remaja untuk meniru melakukan tindakan seksual, (b) membentuk perilaku negatif, (c) menyebabkan sulit konsentrasi belajar,  dan (d) tidak percaya diri.

 

Upaya Pencegahan

     Adanya penyuluhan. Penyuluhan harus diberikan sejak dini ehingga anak mengetahui dan mengerti bagaimana menjaga dirinya sendiri.

     Adanya pengawasan. Pada anak dalam menggunakan internet dan pada saat menonton tv memberitahu apa saja yang boleh dilihat dan tidak boleh dilihat.

     Situs pornografi. Pemerintah menghapus situs-situs pornografi yang sering muncul di internet.

     Tayangan televisi. Tayangan yang bersifat seksual atau yang menonjolkan unsur seksual untuk tidak disiarkan.

 

Kesimpulan

     Jadi, pornografi adalah hal yang dapat mengurangi nilain-nilai kebudayaan kita. Jika dari kecil anak sudah melihat tentang pornografi maka perilakunya akan menyimpang, seperti malas belajar. Untuk mencegah masalah pornografi tersebut, orang tua adalah orang pertama yang harus memberi tahu tentang buruknya jika anak melihat hal seperti itu. Selain itu sekolah juga berperan untuk mengawasi anak di lingkungan sekolah dan mengadakan penyuluhan tentang seksual.

 


DAFTAR PUSTAKA

 

Anonim. (2014, Maret). Pengertian pornografi menurut para ahli dan undang-undang. Diunduh dari fhey-laws.blogspot.com/2014/03pengertian-pornografi-menurut-para-ahli.html

 

(2014, November). Pengertian pornografi. Diunduh dari http://kbbi.web.id.pornografi

 

Haryani, M., Mudjiran, Syukur, Y. (2012). Dampak pornografi terhadap perilaku siswa dan upaya guru pembimbing untuk mengatasinya. Jurnal ilmiah konseling, 1(1), 1-8.

 

 

 

 

 

 

 

 

Selasa, 07 Oktober 2014

Pertemuan 12 (Eksistensialisme Menurut Kirkegaard)

  • Apa itu eksistensialisme
    Aliran filsafat yang pokok utamanya adalah manusia dan cara beradanya yang khas di tengah makhluk lainnya.
    Jiwa eksistenialisme ialah pandangan manusia sebagai eksistensi.
  • Ciri-ciri eksistensialisme
    Motif pokok adalah eksistensi, cara manusia berada. Hanya manusia bereksistensi.
    Bereksistensi harus diartikan secara dinamis. Bereksistensi berarti menciptakan diri sendiri aktif, berbuat, menjadi, merencanakan.
    Memberi penekanan pada pengalaman konkrit.
  • Pokok-pokok ajaran Kierkegaard
    Kritis terhadap Hegel: Memandang Hegel sebagai pemikir besar, tapi satu hal yang dilupakan hegel, meurut Kierkegaard adalah eksistensi manusia individual dan konkret.
    Ada tiga sikap terhadap hidup yaitu:
    1. Sikap estetis
    2. Sikap etis
    3. Sikap religius

Pertemuan 11 (Manusia dan Etos Kerja)

Manusia dan Etos Kerja

Hakikat Kerja
  • Definisi
    Kerja adalah wadah bagi pembentukan diri manusia dalam membangun dunianya. Melalui tiga faktor berikut:
    1. Keterlibatan dimensi subjek secara intensif. Yang dimaksud dimensi subjek adalah pikiran, kehendak dan kemauan serta kebebasan.
    2. Hasil yang bermanfaat. Kerja selalu membawa hasil.
    3. Mengeluarkan energi. Kerja itu memerlukan tenaga.
    Dari tiga faktor diatas, kerja atau pekerjaan merupakan segala kegiatan yang direncanakan, yang melibatjan pikiran dan kemauan yang sungguh-sungguh serta memiliki suatu tujuan yang ingin dicapai.
  • Kerja Manusia vs Kerja Hewan
    Hewan hanya bisa mengerahkan energi fisik. Meskipun hewan mungkin memiliki energi psikis, boleh dikatakan tingkatannya sangat primitif. Manusia memilikinya sebagai bagian dirinya dan karena itu ia mampu mengerahkan energi psikis dan mampu mengerahkan energi spiritual.
    Hasil kerja hewan pada dasarnya hanya sebatas untuk keperluan self survival dan spesiesnya berupa gerak, pemenuhan makan dan minum, keturunan dan membuat tempat berteduh. Dengan demikian, hasil kerja binatang hanya untuk mempertahankan kebutuhan biologisnya. Akan tetapi hasil kerja manusia selalu memenuhi kebutuhan biologisnya.
    Pada hewan dorongan kerja bersumber dari dan berupa naluri. Dorongan ini terdapat pada hewan secara ilimiah.
    Manusia memberikan makna terhada kerja dan kinerjanya, sedangkan binatang tidak. Manusia memiliki kualitas akal budi yang tinggi. Pemaknaan kerja dalam arti seluas-luasnya merupakan elemen dasar bagi manusia untuk membangun etos kerja yang bermutu tingi dalam menekuni pekerjaannya dan ini tidak dimiliki oleh binatang.
  • Dua Elemen Kerja
    Ada dua elemen penting suatu kegiatan disebutkan sebagai kerja atau pekerjaan. Kedua elemen itu adalah elemen subjek dan elemen objek. Elemen subjek adalah potensi atau kekuatan yang melekat di dalam diri manusia. Elemen ini meliputi pikiran, keinginan, hati, kebebasan, kehendak dan kemampuan.
  • Etos Kerja
    Menurut Usman Pelly, Etos kerja adalah sikap yang muncul atas kehendak dan kesadaran sendiri yang didasari oleh sistem orientasi nilai budaya terhadap kerja.

Kamis, 02 Oktober 2014

Pertemuan 10 (Manusia dan Afektivitasnya)

  • Kekayaan dan Kompleksitas Afektivitas Manusia

    - Yang membedakan manusia dengan tumbuhan adalah afektivitasnya. Karena manusia berpartisipasi dengan orang lain dan afektivitaslah yang mendorong orang untuk mencintai, mengabdi dan menjadi kreatif.
    - Sikap mana yang diambil afektivitas berhadapan dengan objek? Terhadap objek yang dianggap berguna subjek mencintainya. Ini disebut cinta bermanfaat.
    - Bagaimana sikap subjek dapat ditentukan secara afektif oleh objeknya? Dibedakan perasaan dan emosinya, kehidupan afektif memperlihatkan macam-macam cara yang berbeda menurut bagaimana subjek menguasai objek. Keadaan afektif ini berbeda-beda disebut hasrat-hasrat jiwa. (Thomas Aquinas)
  • Apa yang bukan perbuatan afektif?

    - Hidup afektif adalah seluruh perbuatan afektif yang dilakukan subjek sehingga subjek ditarik oleh objek atau sebaliknya.
    - Perbuatan afektif sedikit mirip dengan perbuatan mengenal karena dianggap perbuatan vital, tapi perbuatan aektif beda dengan perbuatan mengenal karena perbuatan afektif itu pasif, sedangkan perbuatan mengenal subjek membuka diri pada objek.
  • Kondisi Afektivitas Manusia

    - Agar ada afektivitas, perlu ada ikatan kesamaan antara subjek dan objek perbuatan afektifnya.
    - Apakah kesenangan harus dicurigai? Kesenangan adalah suatu perasaan yang dialami subjek bila dia dihinggapi oleh keadaan berada lebih baik.
  • Catatan tentang cinta akan diri, sesama dan Tuhan

    - Cinta terhadap diri sendiri adalah egoisme mkan tidak baik padahal cinta akan diri sendiri dapat ditemukan pada orang yng sanggup mencintai orang lain dengan sungguh-sungguh.

Pertemuan 9 (Badan dan Jiwa)

  • Pengantar
     
    - Badan dan jiwa adalah satu kesatuan yang membentuk pribadi manusia. Kesatuan keduanya membentuk keutuhan pribadi manusia.
    - Bagaimana mengerti badan dan jiwa? Bagaimana peranan masing-masing dalam membentuk eksistensi manusia?
    - Pembahasan kita:
    1. Dua aliran yang melihat badan dan jiwa secara bertolak belakang (monoisme dan dualisme).
    2. Tanggapan terhadap kedua aliran tersebut.
    3. Pengertian dan hakekat badan dan jiwa.
  • Monoisme

    - Aliran yang menolak pandangan bahwa badan dan jiwa merupakan dua unsur yan terpisah. Badan dan jiwa adalah satu substansi. Keduanya satu kesatuan yang membentuk pribadi manusia.
    - 3 Bentuk aliran ini:
    1. Materialisme adalah menempatkan materi sebagai dasar bagi segala hal yang ada.
    2. Identitas adalah menekankan hal berbeda dari materialisme tapi mengakui aktivitas mental manusia.
    3. Idealisme adalah ada hal yang tidak dapat diterangkan semata berdasarkan materi seperti pengalaman, nilai dan makna.
  • Dualisme

    - Aliran yang mengatakan badan dan jiwa adalah dua elemen yang berbeda dan terpisah. Perbedaannya ada dalam pengertian dan objek.
    - 4 cabang:
    1. Intraksionisme adalah fokus pada hubungan timbal baik antara badan dan jiwa.
    2. Okkasionalisme adalah memasukan dimensi ilahi dalam membicarakan hubungan badan dan jiwa.
    3. Paralelisme adalh sistem kejadian ragawi terdapat di alam, sedangkan sistem kejadian kejiwaan ada pada jiwa manusia.
    4. Epifenomenalisme adalah melihat hubungan jiwan dan badan dari fungsi saraf.
  • Tanggapan singkat

    1. Pandangan monoisme bertentangan dengan hakekat manusia sesungguhnya.
    2. Pandangan dualisme khususnya paralelisme mengatakan badan dan jiwa dua hal yang terpisah, tidak terkait, sulit diterima karena manusia adalah makhluk rohani da jasmani sekaligus.
  • Pengertian badan dan jiwa

    - Badan adalah elemen mendasar dalam membentuk pribadi manusia. atau sebagai kumpulan berbagai entitas material yang membentuk makhluk.
    - Jiwa adalah makhluk halus, tidak bisa ditangkao indera.

Pertemuan 8 ( Filsafat Manusia )

  • Apa itu filsafat? Perenungan kefilsafatan?

    Filsafat sebagai perenungan dicirikan oleh:
    1. Mengkaji segala hal secara kritis.
    2. Menggunakan metode dialektis.
    3. Berusaha mencapai realitas terdalam (arkhe).
    4. Bertujuan menangkap tujuan ideal realitas.
    5. Mengetahui bagaimana harus hidup sebagai manusia
    Jadi...
    1. Filsafat sebagai hasil perenungan.
    2. Filsafat sebagai kritis.
    3. Filsafat sebagai ilmu yang berusaha mencari kebenaran secara metodik, sistematis, rasional, runtut, radikal dan bertanggungjawab.
  • Apa itu filsafat manusia?

    1. Bagian filsafat yang mengupas apa arti manusia atau menyoroti hakikat atau esensi manusia.
    2. Memikirkan tentang asal usul kehidupan manusia, hakikat manusia dan realitas eksistensi manusia.
    3. Hasrat untuk tahu siapa dan apakah manusia.
    Maka, filsafat manusia menanyakan pertanyaan krusial tentang dirinya sendiri dan secara bertahap memberi jawaban bagi diri sendiri.
  • Apa perlunya mempelajari filsafat?

    1. Manusia adalah makhluk yang mampu dan wajib menyelidiki arti yang dalam dari "yang ada".
    2. Manusia bertanggungjawab terhadap dirinya sendiri.
    Boleh saja tidak harus tahu segala hal tapi sekurang-kurangnya harus mengenal dan mengerti diri sendiri secra mendalam agar dapat mengatur diri dalam hidup ini.
  • Metode Filsafat Manusia

    Sebagai bagian dar filsafat, cara kerja flsafat manusia juga sama dengan filsafat pada umumnya. yaitu refleksi, analisa transendental dan sintesa juga ekstensif, intensif dan kritis.
  • Objek Filsafat Manusia

    Objek material: Manusia; Objek formal: Esensi manusia, strukturnya yang fundamental.
    Struktur fundamental bukan fisik melainkan struktur metafisik yang intisari, struktur dasar, bentuk terpentin manusia, dinamisme primordial manusia yang diketahui melalui daya pikir bukan pengindraan.
  • Pertanyaan apa yang hendak dijawab?

    1. Apakah manusia itu?
    2. Siapakah manusia itu?
    3. Apakah makna eksistensi manusia?
    4. Apakah arti manusia dan bagaimana masa depan manusia?
  • Bagaimana datangnya pertanyaan mengenai manusia?

    1. Kekaguman
    2. Ketakjuban
    3. Frustasi
    4. Delusi
    5. Pengalaman Negatif