Layout

Sabtu, 20 September 2014

Pertemuan 3 (Epistemologi dan Filsafat Kebenaran)

EPISTEMOLOGI

  • Pengantar
    - Epistemologi dari bahasa Yunani. Episteme adalah pengetahuan dan Logos adalah ilmu. Jadi epistemologi adalah cabang filsafat yang berkaitan dengan asal, sifat, karakter dan jenis pengetahuan. Topik ini termasuk salah satu yang paling sering diperdebatkan dan dibahas dalam bidang filsafat. Misalnya tentang apa itu pengetahuan, bagaimana karakteristiknya, macamnya serta hubungan dengan kebenaran dan keyakinan.
    - Epistemologi adalah teori pengetahuan yang berhubungan dengan hakikat dari ilmu pengetahuan, pengandaian, dasar serta pertanggung jawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang dimiliki oleh setiap manusia.
    -Pengetahuan tersebut diperoleh manusia melalui akal dan panca indera dengan berbagai metode yaitu metode induktif, deduktif, positivisme, kontemplatis dan dialektis.
  • Metode untuk Memperoleh Pengetahuan
    a. Empirisme
    Adalah suatu metode dalam filsafat yang mendasarkan cara memperoleh pengetahuan dengan melalui pengalaman.
    b. Rasionalisme
    Yang berpendirian bahwa sumber pengetahuan terletak pada akal.
    c. Fenomenalisme
    Bapak fenomalisme adalah Immanuel Kant. Sesuatu terdapat dalam diri seseorang merangsang alat inderawi dan diterima oleh akal kita dalam bentuk pengalaman secara sistematis dengan jalan penalaran.
  • Sifat Epistemologi
    - Secara kritis: Mempertanyakan atau menguji cara kerja, pendekatan dan  kesimpulan yang ditarik dalam kegiatan kognitif manusia.
    - Secara Normatif: Menentukan norma penalaran tentang kebenaran pengetahuan.
    - Secara Evaluatif: Menilai apakah suaru keyakinan, pendapat suatu teori pengetahuan dapat dipertanggung jawabkan dan dijamin kebenarannya secara logis dan akurat.
  • Dasar dan Sumber Pengetahuan
    - Pengalaman manusia
    - Ingatan
    - Penegasan tentang apa yang diobservasi
    - Minat dan rasa ingin tahu
    - Pikiran dan penalaran
    - Logika
    - Bahasa
    - Kebutuhan hidup manusia
  • Struktur Hidup Manusia
    - Adanya 2 kutub yaitu:
      1. Kesadaran/Subjek (S): Sebagai yang mengetahui
      2. Objek (O): Sebagai yang diketahui
    - Hubungan antara S dan O menghasilkan pengetahuan
  • Teori Kebenaran dalam Ilmu Pengetahuan
    - Teori kebenaran korespondensi
       Kebenaran akan terjadi apabila subjek yakin bahwa objek sesuai dengan kenyataan.
    - Teori kebenaran koherensi
       Kebenaran akan terjadi apabila ada kesesuaian pendapat dari beberapa subjek.
    - Teori kebenaran pragmatik
       Kebenaran akan terjadi apabia sesuatu memiliki kegunaannya.
    - Teori kebenaran konsensus
       Kebenaran akan terjadi apabila ada kesepakatan yang disertai alasan tertentu.
    - Teori kebenaran semantik
       Kebenaran akan terjadi apabila orang mengetahui dengan tepat arti suatu kata.
KEBENARAN

  • Apakah kebenaran itu?
    - Untuk menilai sifat atau kualitas dari suatu proposisi atau pernyataan digunakan istilah benar-salah
    - Pengetahuan bisa dinilai benar atau salah karena pengetahuan pada dasarnya  merupakan gabungan dan perpaduan dari sistem pernyataan.
    - Konsep tidak dapat dinilai benar atau salah. Hanya dapat dinilai jelas dan terpilah.
    - Persepsi tidak dapat disebut benar atau salah, yang dapat adalah pernyataan apa yang dipersepsikan.
  • Pengertian Kebenaran
    - Kebenaran sebagai sifat pengetahuan disebut kebenaran epistemologi.
    - Kebenaran dapat dimengerti sebagai kesusaian antara apa yang dipikirkan atau dinyatakan dengan kenyataan yang sesungguhnya.
    - Suatu pengetahuan atau pernyataan disebut benara jika sesuai dengan kenyataan. Dengan demikian, kenyataan menjadi suatu ukuran penentu penilaian.
    - Kata Yunani untuk kebenaran adalah  aletheia yang berarti ketaktersembunyian adanya.
    - Kebenaran menurut konsep Plato dimengerti sebagai terletak pada objek yang diketahui atau pada apa yang dikejar untuk diketahui.
    - Menurut kaum Positivisme Logis bahwa kebenaran dibedakan menjadi 2 yaitu:
      1. Kebenaran Faktual
          Kebenaran tentang ada tidaknya secara faktual di dunia nyata sebagaimana dialami manusia.
      2. Kebenaran Nalar
          Kebenaran yang bersifat tautologis dan tidak menambah pengetahuan baru mengenai dunia, tetapi dapat menjadi sarana yang berdaya guna untuk memperoleh pengetahuan yang benar tentang dunia ini.
    - Thomas Aquinas kebenaran dibedakan menjadi 2 yaitu:
       1. Kebenaran Ontologis
           Kebenaran yang terdapat dalam kenyataan spiritual atau material yang meskipun ada kemungkinan untuk diketahui.
       2. Kebenaran Logis
           Kebenaran yang terdapat pada akal budi manusia dalam bentuk adanya kesesuaian dengan kenyataan.

    Sumber: PPT Pengantar dan Sejarah Filsafat Dr. Raja Oloan Tumanggor dan  Carolus Suharyanto. Lic.Theol.

9 komentar: