Layout

Senin, 22 September 2014

Pertemuan 6 (Silogisme dan Fallacia)


©       SILOGISME
- Suatu simpulan dimana dari dua putusan atau premis disimpulkan satu putusan yang baru.
- Prinsip: Bila premis benar maka simpulan benar.
- Dua macam silogisme: kategoris dan hipotesis.


©       Silogisme Kategoris
- Premis dan simpulannya adalah putusan kategoris (Penyataan tanpa syarat)
- Bila penalaran baik, silogisme memperlihatkan alasan dan dasarnya.
- Tentukan simpulan dulu, ciri-cirinya lewat kata: karena itu, maka dari situ, dll.


©       Silogisme Kategoris Tunggal
- Mempunyai dua premis. Terdiri dari 3 term yaitu S, P dan M.
- Bentuk-bentuk silogisme kategoris tunggal:
(1) M adalah S dalam premis mayor dan P adalah premis minor. Aturan: Premis minor harus sebagai penegasan sedangkan premis mayor  bersifat umum.
Contoh :
Premis Mayor: Setiap manusia dapat mati.
Premis Minor: Aristoteles dapat mati.
Simpulan: Jadi, Aristoteles dapat mati.
(2) M jadi P dalam premis mayor dan minor. Aturan: Salah satu premis harus negatif dan premis mayor bersifat negatif.
Contoh:
Premis Mayor: Lingkaran adalah bentuk bundar.
Premis MInor: Segitiga bukan bentuk bundar.
Simpulan: Jadi, Segitiga bukan lingkaran.
(3) M menjadi S dalam premis mayor dan minor. Aturan: Premis minor harus berupa penegasan sedangkan putusan bersifat partikular.
Contoh:
Premis Mayor: Mahasiswa itu orang dengan tugas belajar.
Premis MInor: Ada mahasiswa yang orang bodoh.
Simpulan: Jadi, Sebagian orang bodoh itu orang dengan tugas belajar.
(4) M adalah P dalam premis mayor dan S dalam premis minor. Aturan: Premis minor harus berupa penegasan sedangkan kesimpulan bersifat partikular.
Contoh:
Premis Mayor: Influenza itu penyakit.
Premis Minor: Semua penyakit mengganggu kesehatan.
Simpulan: Jadi, Sebagian yang mengganggu kesehatan itu influenza.


©       Silogisme Kategoris Majemuk
- Enthymema: Silogisme yang dalam penalaran tidak mengemukakan semua premis secara eksplisit. Salah satu simpulannya disebut juga silogisme yang disingkat.
- Pilosologisme: Deretan silogisme dimana simpulan silogisme yang satu menjadi premis untuk silogisme lainnya.
- Sorites: Silogisme yang premisnya lebih dari dua. Putusan-putusan itu dihubungkan satu sama lain demikian sehingga predikat dari putusan satu jadi subjek putusan berikutnya.
 
Kesesatan Pemikiran (Fallacia)
- Kesalahan pemikiran dalam logika bukan kesalahan fakta tapi kesalahan atas kesimpulan karena penalaran yang tidak sehat.
- Kesalahan fakta: Presiden AS Barack Obama lahir di Indonesia.
- Kesalahan penalaran:
                -Klasifikasi: 1. Kesesatan Formal
                                  2. Kesesatan Informal
- Kesesatan Formal: Pelanggaran terhadap kaidah logika.
- Kesesatan Informal: Menyangkut kesesatan dalam bahasa.
- Penempatan kata depan yang keliru: Antara hewan dan manusia memiliki perbedaan.
- Mengacau posisi subjek: Karena tidak mengerjakan PR, guru menghukum anak itu.
- Ungkapan yang keliru: Pencuri kawakan itu berhasil diringkus polisi minggu yang lalu.
- Amfiboli: Sesat karena struktur kalimat bercabang.
- Kesesatan aksen: Sesat karena penekanan pada pembicaraan.
- Kesesatan bentuk pembicaraan: Sesat karena menyimpulkan kesamaan konstruksi.
- Kesesatan aksiden: Dikacaukan dengan hal yang hakiki.

Sumber dari PPT Mikha Agus Widianto, M.Pd dan Bonar Hutapea M.Si. Psi

14 komentar: